belajar bersyukur Kisah Seorang Petani

belajar bersyukur Kisah Seorang Petani

belajar bersyukur Kisah Seorang Petani
suatu hari yang cerah penulis berniat ingin menyegarkan diri dengan sedikit berolah raga, disebabkan tempat tinggalku ditengah kota yang terbilang metropolitan, bayangkan saja jam 8 saja jalan raya sudah dipadati oleh gerombolan moster yang ditunggai oleh berbagai jenis manusia dari segala penuru kota di indoneisa, ya benar maksud penulis adalah kendaraan.

belajar bersyukur Kisah Seorang Petani
belajar bersyukur Kisah Seorang Petani sebuah ilustasi

karna fakta inilah penulis biasanya berolah raga tidak dijalan raya, namun mencari tempat yang lebih fresh dan menenangkan, stelah mencari kesana sini, penulis menemukan lokasi yang tepat untuk berolah raga, tidak di lapangan karna menurut penulis lapangan olahraga juga tidak menjamin dari polusi udara.
berbeda dengan pilihan yang penulis jadikan tempat tujuan, yaitu perumahan yang masih dengan sawah terbentang, bahagia sekali rasanya telah mendapat apa yang penulis inginkan, meski lelah mondar mandir menyusuri kota, maklum penulis bukan asli kota, singkat cerita, disinlah nanti penulis bertemu dengan seorang Petani dan mendapatkan kisah inspiratif yang akan penulis ceritakan disini.

cerah sekali hari itu, berangkat dari rumah sekitar jam 6:20han, aku memang berancana agar nanti jam setengah 9 bisa untuk meditasi sekalian menghilangkan suntuk pikiran yang sudah melanda dalam sepekan, semua berjalan lancar, paru-paru terasa begitu fresh memang kalo berlari ditempat yang seperti ini, stelah istirahat sejenak, nafas sudah tidak terangah-engah, berencana untuk meditasi, namun aku urungkan, sebab aku melihat seorang lelaki berjalan dari kejauhan, tepat dari arah depan.

sambil menahan keinginan, akhirnya aku menyapa bapak yang kemudian aku tahu umurnya berkepala dua "umur ku sekitar 60 tahun nak", begitulah yang diberitahukan namanya adalah imran, dari sinilah mulai aku bertanya-tanya sama si bapak tani, dan aku hanya bisa terpana mengar kata-kata mutiara yang keluar dari mulutnya.

belajar bersyukur Kisah Seorang Petani

terlihat dari urat ditanganya yang seolah memebengkak tak beraturan, itu menandakan ia sangat ulet, kulitnya kemerah-merahan karna memang bapaknya memang berkulit putih, kami berincang dengan santai sembari aku membantu bapaknya mencabit rumput, kebetulan istrinya belum datang, ia datang agak siang karna katanya dia mau membawa cucuknya berbejana di pasar minggu, aku ikut mencabit karna rindu kampung halaman sudah sangat lama tidak kewasah, pipirku. belajar bersyukur

di mulai bercerita, dahulu dia adalah orang yang benar-benar melarat, jangankan sepetak tanah ia punya, untuk makan satu minggu saja ia harus banting tulang kesana kemari sebagai kuli, belum lagi dia sebagai kakak tertua dari tiga bersauara, meski begitu ia menyekolahkan kedua adiknya, ia rela berpuasa berbulan-bulan dan hanya menggunakan nasi putuh untuk sahur dan berbuka, meski dahulu di memiliki rumah dan tanah seluruhnya diambil oleh keluarganya, dan ia hidup dikoskosan bersama kedua adiknya.belajar bersyukur

namun ia tidak pernah menyerah, ia menjalani hari-hari sulitnya dengan penuh kesabran dan selalu berdoa, meski begitu sulit keadaanya, ia selalu bersedekah, Sedekah itu adalah suatu yang benar-benar menolong kita dari kesulitan nak, jangan menunggu kamu memiliki uang untuk bersedekah, bersedekahlah dengan apa yang kamu punya, begitulah pesan bapaknya, aku hanya bisa mangut-mangut mendengar cerita bapak yang luarbisa mendalam menyentuh hati saya.belajar bersyukur
anda para sobat pembaca, jika saat itu didepan sibapak mungkin akan merasakan apa yang penulis rasakan, matanyanya yang sudah mulai mencengkung dan nafasnya yang ngos-ngosan karna berkejaran dengan usia yang sudah sangat dewasa, kata-katanya sangat menyentuh dihati penulis.

Itulah sobat sekalian, kisahnya, semoga dengan kisah sibapak yang singkat ini kita bisa belajar, bahwa seperti kata RA Kartini  Habis Gelap Terbitlah Terang . dalam kitab suci dikatan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudian.
Oke sobat .. selalu semangat ya menjalani hidup.... keep your semangat :) !

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Lelah dan ingin menyerah

Sukses bukan tentang Modal saja tapi Keahlian

Jodoh ku dimanakah kau ?